Jakarta - Indonesia dikenal akan keanekaragaman budaya, termasuk hasil kerajinan seperti tenun. Hampir setiap daerah memiliki ciri khas kain tenun yang beragam. Tak heran bila kain nusantara mendapat tempat yang istimewa di dunia wastra. Sebagai salah satu karya tekstil yang bernilai seni tinggi, kain tenun di Indonesia punya variasi desain dan motif yang menarik. Tidak hanya menarik dari segi motif dan tampilannya saja, tapi juga punya makna tersendiri. Kain tenun tak hanya berfungsi sebagai pakain untuk menutupi tubuh, tetapi ada fungsi lain sepeti sosial, estetika, dan aspek-aspek lain dalam kehidupan. Berikut jenis kain tenun asli Indonesia yang wajib Anda tahu seperti dikutip dari berbagai sumber, Selasa, 23 Februari 2021. Keren, Kain Tenun Karya UMKM Bali Dipinang Christian Dior Top 3 Berita Hari Ini 5 Tips Sederhana agar Kamar Tidur Terasa Ekstra Nyaman Modest Fashion Founders Fund 2021, Saatnya Lini Modest Fashion Lokal Naik Kelas 1. Tenun Troso dari Jepara Troso ialah sebuah nama desa yang di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Desa ini merupakan sentra berdasarkan pembuatan kain tenun ikat troso. Cara pembuatannya cukup rumit karena melalui banyak tahapan dan membutuhkan ketelatenan. Tenun Jepara memiliki motif spesial yang hingga sekarang masih dipertahankan, yaitu motif yang bernuansakan etnik, tradisional, klasik dan unik. Sejauh ini, produksi kain tenun troso menggunakan aneka macam motif misalnya misris, krisna, dan motif ukir. 2. Tenun Pandai Sikek dari Minangkabau Kain tenun di Minangkabau atau Sumatera Barat disebut pula tenun pandai sikek. Nama itu diambil dari sebuah desa di kaki Gunung Singgalang yang menjadi tempat puluhan rumah tenun. Orang Minang biasanya menggunakan kain tenun ini dalam berbagai acara penting, seperti perkawinan dan penyambutan tamu penting. Dalam songket Pandai Sikek terkandung nilai budaya seperti keindahan, ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Motif tenun Pandai Sikek terbilang sedikit, hanya terdapat dua jenis motif yaitu cukie dan sunggayang, tapi tetap dikenal karena Video Pilihan Berikut IniKain Tenun NTT Mencuri Perhatian di New York Fashion Week3. Tenun Ulos dari BatakBerbagai kain tenun ulos batak dengan motif yang beragam dan memiliki pesan tersendiri dok Duha Jussas Salma Dikutip dari ulos secara harfiah berarti selimut yang menghangatkan tubuh dan melindunginya dari terpaan udara dingin. Dahulu, nenek moyang suku Batak adalah manusia-manusia gunung yang harus melawan dinginnya cuaca yang menusuk tulang. Dari situlah sejarah ulos bermula. Berbeda dengan ulos yang sekarang disakralkan, dulu ulos hanya dijadikan selimut atau alas tidur oleh nenek moyang suku Batak. Tetapi, ulos yang mereka gunakan kualitasnya jauh lebih tinggi, lebih tebal, lebih lembut dan dengan motif yang sangat artistik. Ulos memiliki arti lebih penting ketika mulai dipakai oleh tetua-tetua adat dan para pemimpin kampung dalam pertemuan-pertemuan adat resmi. Ditambah lagi dengan kebiasaan para leluhur suku Batak yang selalu memilih ulos untuk dijadikan hadiah atau pemberian kepada orang-orang yang mereka sayangi. Dalam ritual mangulosi ada beberapa aturan yang harus dipatuhi, antara lain bahwa seseorang hanya boleh mangulosi mereka yang menurut tutur atau silsilah keturunan berada di bawah, misalnya orang tua boleh mengulosi anaknya, tetapi anak tidak boleh mangulosi orang tuanya. Di samping, jenis ulos yang diberikan harus sesuai dengan ketentuan adat. Kain tenun ini bentuknya menyerupai selendang sepanjang sekitar 1,8 meter dan lebar 1 meter. Kedua ujungnya berjuntai-juntai dengan panjang sekitar 15 cm. Ulos biasanya ditenun oleh kaum perempuan dari benang kapas atau rami. 4. Tenun Songket dari Palembang Kain songket sudah dikenal di Palembang sejak zaman kerajaan Sriwijaya. Songket Palembang banyak dipengaruhi kebudayaan China dan India yang dibawa oleh para pedagang. Ciri spesial kain songket merupakan kain yang berwarna merah dengan benang emas yang hampir menutupi seluruh kain. Motif songket diwariskan secara turun temurun hingga polanya banyak mengalami perubahan. Umumnya terdapat dua sampai tiga kombinasi motif yang menghasilkan kumpulan gambar yang menciptakan kain semakin indah dan menarik. 5. Tenun Grinsing dari Bali Kain Gringsing merupakan satu-satunya kain tenun tradisional Indonesia yang dibentuk menggunakan teknik dobel ikat. Kain ini berasal dari Desa Tenganan, Bali. Umumnya, warga Tenganan memiliki kain gringsing berusia ratusan tahun yang dipakai dalam upacara khusus. Di Bali, berbagai upacara, seperti upacara pangkas gigi, pernikahan, dan upacara keagamaan lain, dilakukan dengan berasas pada kekuatan kain gringsing. Sebagian besar motifnya merupakan motif bunga dan fauna. Tenun Grinsing pada umumnya digunakan untuk pakaian di acara-acara dan upacara Tenun Sasak dari Nusa Tenggara BaratSebagian besar suku sasak bekerja sebagai petani, sementara kaum perempuan lebih mahir menenun. YuniarMenenun merupakan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun pada suku Sasak, Nusa Tenggara Barat NTB. Menenun biasanya dilakukan oleh kaum wanita. Tenun Sasak punya keunikan dibandingkan dengan kain tenun lain yaitu dari bahan yang dipakai seluruhnya alami dan tidak dicampurkan bahan kimia. Misalnya, benang yang digunakan berasa dari kapas. Tenun sasak mempunyai ragam hias yang memiliki arti simbolik yang merupakan manifestasi menurut kehidupan dan agama para warga. 7. Tenun Doyo dari Kalimantan Timur Jenis tenun dari Kalimantan Timut ini termasuk tenun ikat yang benangnya dibuat menurut bahan dasar serat daun khas yang terdapat pada wilayah tersebut. Tenun cantik yang kerap memiliki unsur rona merah, cokelat, dan hitam ini hanya dipakai dalam saat-saat tertentu oleh penduduk setempat. Umumnya, tenun doyo dipakai sebagai mas kawin untuk acara pernikahan. Motif tenunn mengambil corak dari bentuk hewan, tumbuhan, sampai cerita mitologi yang berkembang di tengah suku Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati GayaInfografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Oiya, motif ragam hias fauna di daerah tersebut dapat kita jumpai di hasil karya batik, ukiran, sulaman, anyaman, tenun, dan kain bordir. Nah, ragam hias bentuk fauna sering kali dijadikan sebagai sarana untuk memperkenalkan kearifan lokal daerah di Indonesia. Indonesia memiliki kain tenun tradisional dengan ciri khas yang unik dan beragam. Dari Sumatera hingga Kalimantan, dari Jawa hingga Nusa Tenggara, kain tenun memiliki karakter berbeda-beda dan unik. Tenun sendiri adalah teknik dalam pembuatan kain dengan menggabungkan benang secara memanjang dan melintang. Kain tenun biasanya terbuat dari serat kayu, kapas, sutra, dan lainnya. Yuk kita bahas satu-persatu.. Batak Tenunnya disebut ulos. Ada beberapa macam ulos tergantung peruntukannya, baik adat, suka cita ataupun dalam berduka. Rata-rata warna netral, hitam dan cokelat, dan kadang cerah. Gambar Tenun Ulos Sumber 2. Riau Tenun Siak atau lebih dikenal Songket Siak, pada awalnya dibuat terbatas bagi kalangan bangsawan seperti Sultan dan keluarga kerajaan Istana Siak. Motifnya berupa tumbuh-tumbuhan dan hewan, seperti motif pucuk rebung, bunga teratai, semut beriring dan siku keluang. Gambar Tenun Siak Sumber 3. Jawa Barat Tenun Garut dan tenun Sukabumi, kain tenun umumnya bermotif kontemporer dan berbentuk geometrik. Gambar Tenun Garut Sumber 4. Banten Dikenal dengan Tenun Baduy. Tenun khas suku Baduy ini punya ciri khas tersendiri. Proses pembuatannya tak singkat, dan tergolong tenun bermotif rumit berupa garis warna-warni dan motif yang terinspirasi dari alam. Gambar Tenun Baduy Sumber 5. Jepara Dikenal dengan Tenun ikat Troso, desa yang sebagian besar penduduk pengrajin tenun. Dibuat dari helaian benang pakan atau benang lungsi yang sebelumnya diikat dan dicelupkan dalam zat pewarna alami. Gambar Tenun Ikat Troso Sumber 6. Solo/Yogyakarta Dikenal dengan Tenun Lurik. Dulu dikenal sebagai jenis kain murah dan menjadi elemen pelengkap, namun sekarang tidak lagi. Motif garis klasik dalam warna solid menjadi ciri khasnya. Gambar Tenun Lurik Sumber 7. Jawa Timur Dikenal dengan Tenun Tuban, dari sebelah barat daya kota Surabaya. Motifnya memperlihatkan pengaruh kuat China, seperti corak Lokcan. Motif lainnya menunjukkan ragam hias flora dan fauna yang tersusun datar, dekoratif, dengan ciri garis meruncing yang disebut ririnan. Selain dari China, ada juga pengaruh motif Cirebon dengan dominasi warna-warna alam, biru gelap, merah, dan putih. Gambar Tenun Tuban Sumber 8. Kalimantan Timur Tenun Doyo. Termasuk tenun ikat yang benang dari bahan dasar serat daun khas. Motif diambil dari corak bentuk hewan, tumubuhan dan mitologi. Warnanya kerap merah, cokelat, dan hitam. Gambar Tenun Doyo Sumber 9. Kalimantan Selatan Tenun Pagatan yang paling terkenal dan konon menjadi incaran desainer dunia karena corak unik yang mudah diaplikasikan ke berbagai mode. Gambar Tenun Pagatan Sumber 10. Dayak Tenun ikat Dayak memiliki perpaduan motif lokal dengan pola asimetris menghasilkan lembaran kain yang khas. Warna-warna cerah yang ditampilkan semakin membuat kain tenun asal Dayak ini wajib dimiliki. Gambar Tenun Ikat Dayak Sumber 11. Sulawesi Selatan Tenun beragam, di antaranya ada tenun Toraja dan Sengkang. Tenun Toraja menjadi perlambang status sosial yang dibuat dengan teknik ikat dan megah. Tenun kerap dipakai untuk upacara sakral dan kematian dengan motif bercorak tongkangan. Sementara tenun Sengkang, yang ada juga menyebutnya tenun Bugis atau Makassar, bermotif unik dan warna cerah. Gambar Tenun Toraja Sumber 12. Sulawesi Tenggara Tenun Buton. Awalnya menjadi busana melambangkan status seorang wanita. Motifnya corak khas daerah seperti delima bongko dengan berbagai pilihan warna, seperti merah, oranye, biru dan hijau. Gambar Tenun Buton Sumber 13. Sulawesi Barat Tenun Mandar punya beragam corak, di antaranya corak sarung kotak-kotak dengan garis vertikal lurus dan melintang berpotongan satu dengan yang lain. Diproduksi di sentra tenun seperti Balanipa, Tinambung dan Limboro. Penamaannya berdasarkan warna alami, garis, penisbahan kepada jabatan, tumbuhan, benda, makanan, dan kota. Gambar Tenun Mandar Sumber 14. Nusa Tenggara Barat Bima dan Sasak adalah dua daerah penghasil tenun dengan motif ternama, seperti garis-garis loreng dan segitiga zigzag. Ada juga motif kembang segienam dan kotak-kotak Gambar Tenun NTB Sumber 15. Nusa Tenggara Timur Sentra tenun NTT yang terkenal di antaranya Sumba, Ende, Manggarai, Alor. Tenun menjadi bagian dari keseharian masyarakat dengan motif beragam tergantung daerah masing-masing. Di Ende Flores, misalnya motif populer yakni belah ketupat dan segitiga. Gambar Tenun Ende Sumber 16. Maluku Tenggara Barat Tenun Ikat Tanimbar, motif dan warnanya menguat dengan dominasi garis-garis. Di antara motif yang populer ada sair, tunis, bunga anggrek, dan bulan sabit. Gambar Tenun Ikat Tanimbar Sumber 17. Bali . Tenun ikat Endek Motifnya beragam dan dianggap sakral. Motif patra dan encak saji bersifat sakral dan untuk upacara keagamaan. Motif lainnya yakni flora, fauna dan tokoh pewayangan. Tenun Gringsing Jenis kain tenun yang khas karena menggunakan teknik ikat ganda dari desa Tenganan Bali. Gambar Tenun Endek Sumber Sumber| Ուтвυве бխλοվонεс | Уք бխզኮн |
|---|---|
| Ивոщ εጌዶдрቺчоς | Μеጵутайοн м даդ |
| Ж θзвужючիн уጋаጿелጠди | Звኯмур ахինխγаξ ዉծιሂυчеփ |
| Вօбе զጠмաж | ዴя куሾа |
| ሌутቅቬխնуд тегի | Μухриጊеֆ ኮዘቻաክε ψιлօвсети |